| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir ) di sekitarmu dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. |
| Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang (tinggal) di sekitar kamu (kota Madinah) dan hendaklah mereka menemui kekerasan (sikap tegas, semangat juang, kesabaran dan ketabahan) dari kamu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang takwa. |
| HAMKA : Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang yang sekeliling kamu dari kafir-kafir itu, dan hendaklah mereka dapati pada kamu ada kekerasan sikap. Dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah beserta orang-orang yang bertakwa. |
| 3. Tafsir يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apabila diturunkan suatu surah, di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun (bagi) orang-orang yang beriman, (surah yang turun) ini pasti menambah imannya dan mereka merasa gembira. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan apabila diturunkan surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (surah) ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka ia (surah yang turun itu) menambah iman mereka, dan mereka sangat gembira. |
| HAMKA : Dan apabila diturunkan satu surah, maka di antara mereka itu ada yang akan berkata, "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya oleh surah ini?" Maka adapun orang-orang yang telah beriman, bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka pun merasa gembira. |
| 3. Tafsir وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Adapun (bagi) orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, ) (surah yang turun ini) akan menambah kekufuran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan adapun orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit, maka ia (surah yang turun itu) menambah kekotoran (rohani mereka) di samping kekotoran (yang selama ini telah ada dalam jiwa) mereka dan (kekufuran itu berlanjut hingga) mereka mati dalam keadaan kafir. |
| HAMKA : Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka berpenyakit maka bertambahlah atas mereka sesuatu kekotoran di atas kekotoran mereka, padahal mereka di dalam kafir. |
| 3. Tafsir وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, tetapi mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? |
| Prof. Quraish Shihab : Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) melihat bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran? |
| HAMKA : Dan tidaklah mereka perhatikan bahwa mereka dicoba pada tiap-tiap tahun sekali atau dua kali, kemudian tidak juga mereka tobat, dan tidak juga mereka ingat. |
| 3. Tafsir أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (dengan sikap mengejek sambil berkata), “Adakah seseorang (dari kaum muslim) yang melihat kamu?” Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan apabila diturunkan surah, sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain (dengan tujuan mengejek, sambil berkata): "Adakah seseorang (dari kaum Muslim) yang melihat kamu?" Sesudah itu mereka pun pergi (meninggalkan majelis Nabi Muhammad saw. dengan sembunyi-sembunyi). Allah telah memalingkan hati mereka (dari mendengar dan memerkenankan tuntunan-Nya) karena mereka adalah kaum yang tidak (mau) memahami. |
| HAMKA : Dan apabila diturunkan suatu surah, memandanglah yang sebagian mereka kepada yang yang sebagian, "Adakah seseorang yang melihat kamu?" Kemudian itu merekapun berpaling pergi. Allah pun memalingkan hati mereka karena sesungguhnya mereka itu kaum yang tidak mau mengerti. |
| 3. Tafsir وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. |
| Prof. Quraish Shihab : Demi (Allah)! Sungguh, telah datang kepada kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad saw.) dari diri (kalangan) kamu (sendiri), berat terasa olehnya apa yang telah membuat kamu menderita; sangat menginginkan (kebaikan) bagi kamu; terhadap orang-orang mukmin sangat penyayang, lagi pengasih. |
| HAMKA : Sungguh telah datang kepada kamu seorang rasul dari antara dirimu sendiri. Berat baginya apa yang kamu susahkan, sangat ingin akan kebaikan kamu, dan kepada orang-orang yang beriman dia sangat belas kasihan lagi penyayang. |
| 3. Tafsir لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung.” |
| Prof. Quraish Shihab : Jika mereka berpaling, maka katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan Pemelihara, Pemilik 'Arsy yang agung." |
| HAMKA : Maka jika mereka berpaling, katakanlah, "Cukuplah bagiku Allah, tidak ada Allah melainkan Dia, kepada-Nyalah aku bertawakal dan Dia adalah yang empunya Arsy yang Agung." |
| 3. Tafsir فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ |