Rumah Fiqih Indonesia
< 190 | Halaman 191 | 192 >

[9] At-Taubah : 27 (ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Setelah itu, Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Prof. Quraish Shihab : Kemudian, sesudah (siksa yang mereka alami) itu, Allah menerima taubat siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA : Kemudian Allah pun memberikan tobat-Nya sesudah demikian ke atas barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
3. Tafsir

ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

[9] At-Taubah : 28 (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwanya). Oleh karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. ) Jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik adalah najis, maka janganlah mereka mendekati Masjid al-Haram sesudah tahun ini (tahun 9 Hijrah). Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena memenuhi tuntunan ini), kelak Allah menganugerahkan kekayaan kepada kamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA : Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrikin itu tidak lain daripada najis. Sebab itu maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun mereka ini. Dan jika kamu takut akan kepapaan, maka Allah akan mencukupkan kamu dengan kurnia-Nya, jika Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah adalah Mahatahu, lagi Mahabijaksana.
3. Tafsir

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

[9] At-Taubah : 29 (قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak mengharamkan (menjauhi) apa yang telah diharamkan (oleh) Allah dan Rasul-Nya, dan tidak mengikuti agama yang hak (Islam), yaitu orang-orang yang telah diberikan Kitab (Yahudi dan Nasrani) hingga mereka membayar jizyah ) dengan patuh dan mereka tunduk. )
Prof. Quraish Shihab : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak beragama dengan agama yang benar, (yaitu orang-orang) yang diberikan kepada mereka al-Kitab; (perangilah mereka) sampai mereka membayar jizyah dengan patuh, sedangkan mereka dalam keadaan tunduk.
HAMKA : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan tidak mereka haramkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak mereka beragama dengan agama yang benar, (yaitu) dari antara orang-orang yang diberi kitab, sampai mereka membayar jizyah dengan tangan, dalam keadaan mereka merendah diri.
3. Tafsir

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

[9] At-Taubah : 30 (وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
Prof. Quraish Shihab : Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah", dan orang Nasrani berkata: "Al-Macih itu putra Allah." Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka menuru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
HAMKA : Dan telah berkata orang-orang Yahudi, “Uzair adalah anak Allah.” Dan berkata orang Nasrani, “al-Masih adalah anak Allah.” Demikian itulah kata-kata mereka dengan mulut mereka; mereka menyerupai perkataan orang-orang kafir yang dahulu. Diperangi Allah-lah mereka. Bagaimana mereka dapat dipalingkan?
3. Tafsir

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

[9] At-Taubah : 31 (اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka menjadikan para rabi (Yahudi) dan para rahib (Nasrani) sebagai tuhan-tuhan selain Allah ) serta (Nasrani mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam. Padahal, mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Prof. Quraish Shihab : Mereka (Ahl al-Kitab) menjadikan para ahbar (para pemuka agama Yahudi), dan para rahib (para pemuka agama Nasrani) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka juga mempertuhankan) al-Masih putra Maryam; padahal mereka tidak diperintah kecuali menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
HAMKA : Telah mereka ambil guru-guru mereka dan pendeta-pendeta mereka menjadi tuhan-tuhan selain Allah dan (juga) al-Masih anak Maryam; padahal tidaklah mereka diperintah, melainkan supaya menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan melainkan Dia. Maha suci Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.
3. Tafsir

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

< 190 | 191 | 192 >