1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekufuran. Orang-orang yang kufur disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sehingga mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) telah dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya mengundurkan (bulan haram dengan tujuan berperang atau melanjutkan peperangan yang dilakukan oleh kaum musyrik) adalah penambahan kekufuran (atas kekufuran yang selama ini mereka sandang), dengannya (mengundurkan bulan-bulan haram itu) orang-orang yang kafir disesatkan (oleh setan dan para pemuka kaum musyrik), mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, supaya mereka dapat menyesuaikan (dengan) bilangan (keempat bulan) yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan indah bagi mereka perbuatan buruk mereka itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kaum yang kafir. |
| HAMKA : Sesungguhnya mengundur-undurkan itu, hanyalah menambah kufur (saja). Yang tersesat dengan dia orang-orang yang kafir. Mereka halalkan dia di satu tahun dan mereka haramkan dia di satu tahun, karena hendak mereka genapkan bilangan bulan yang diharamkan oleh Allah, lalu mereka halalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Disanjung-sanjung bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu. Sedang Allah tidak akan memberi petunjuk bagi kaum yang kafir. |
| 3. Tafsir إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. |
| Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah!" kamu (merasa) berat (untuk melaksanakannya dan kamu ingin menetap di tempat tinggalmu dan cenderung) ke bumi? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat? Padahal, kenikmatan hidup (di) dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. |
| HAMKA : Wahai orang-orang yang beriman! Gerangan apakah sebabnya jika dikatakan kepada kamu, “Berperanglah pada jalan Allah!” Kamu beratkan badan kamu ke bumi? Apakah kamu lebih suka hidup di dunia daripada akhirat? Maka tidaklah ada bekal hidup di dunia itu terhadap akhirat, melainkan sedikit. |
| 3. Tafsir يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih serta menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| Prof. Quraish Shihab : Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), pasti Allah (akan) menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan mengganti (kamu dengan) kaum yang lain, dan kamu tidak memberi kemudharatan (bencana atau kerugian) terhadap-Nya sedikit (pun) dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| HAMKA : Jika kamu tidak pergi berperang, niscaya Dia akan mengadzab kamu dengan adzab yang pedih, dan Dia akan menggantikan dengan suatu kaum yang lain daripada kamu, sedang kamu tidaklah akan membahayakan Dia sedikitpun. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa. |
| 3. Tafsir إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah), sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka, Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Nabi Muhammad), memperkuatnya dengan bala tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu seruan yang paling rendah. (Sebaliknya,) firman Allah itulah yang paling tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. |
| Prof. Quraish Shihab : Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad saw.), maka sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang yang kafir mengusirnya (dari Mekkah). (Pada waktu itu) dia (Nabi Muhammad saw.) adalah salah satu dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya (Abu Bakar ra.): "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka, Allah menurunkan ketenangan-Nya atas dirinya (Nabi Muhammad saw.) dan mendukungnya dengan bala tentara yang kamu tidak melihatnya. Dan Dia menjadikan seruan orang-orang yang kafir rendah, sedangkan kalimat Allah (ketetapan-Nya untuk memenangkan Rasul saw. dan agama-Nya) itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. |
| HAMKA : Jika tidak kamu tolong dia maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir telah mengusirnya, sebagai orang kedua dari yang berdua, tatkala mereka berdua di dalam gua, ketika dia berkata kepada temannya, “Janganlah engkau berduka cita (karena) sesungguhnya Allah ada beserta kita.” Maka Allah telah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya dan telah membantunya dengan bala tentara yang tidak kamu lihat akan dia, dan Dia telah menjadikan kalimat orang-orang yang kafir itu di bawah, dan kalimat Allah, itulah yang tertinggi. Dan Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana. |
| 3. Tafsir إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ |